Senin, 17 Desember 2012

Resensi Film: Brave (2012)

Biasanya film-film keluaran Disney-Pixar bersertifikasi jaminan mutu. Tapi dengan amat berat hati, saya kecewa dengan produk yang satu ini. Seperti halnya Microsoft punya produk “gagal” Windows Vista. Mengecewakan sekali sih tidak, tapi penikmat animasi kadung berekspektasi tinggi terhadap standar produksi Disney-Pixar.

Kembali ke tema klasik tanpa berat selisih di tema visioner memang jadi penawaran menarik dari Brave. Karakter utamanya cewek berambut merah, mengingatkan kita pada The Hunger Games, yang berjuang melawan tradisi perjodohan dalam sistem aristokrasi. Formula pemilihan pelbagai karakter yang potensial menghasilkan untung waralaba juga dilancarkan dalam produksi Brave. Jelas, karakter-karakter dalam Toy Story masih susah dipatahkan kesohorannya.

Umpanya jika kita sedang menenteng daftar centang (checklist) formula Disney-Pixar, maka Brave masih berhutang banyak elemen. Sebut saja: lagu tema, dagelan bermutu, dst. Percaya deh kalau kita bakal susah cari poster-poster Brave keluaran pabrikan klasik Gunung Kelud. [C+] 16/12/12

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar